Ujian Tengah Semester (UTS) lagi, dan lagi…

Ujian Tengah Semester atau disingkat UTS adalah kegiatan rutinan yang diselenggarakan sekolah maupun kampus. Tidak bosan-bosannya saya sampaikan bahwa UTS ini diselenggarakan untuk mengukur kemampuan kalian selama belajar 3 bulan lamanya. Namanya mengukur ya berarti harus jujur, sesuai dengan kemampuan kalian, jadi UTS lah yang jujur agar kalian tahu seberapa besar daya serap kalian selama belajar di sekolah atau di kampus, jika masih dibawah standar maka kalian harus menambah porsi belajarnya… setuju ya???

Oke, anak-anakku yang berbahagia… menjelang UTS pasti yang selalu yang ditanyakan adalah kisi-kisi, baiklah berikut kisi-kisi atau uraian materi yang nanti keluar di UTS, wabil khusus untuk anak-anakku di SMK AL JIIHAD dan SMK AL KHAIRIYAH BAHARI.

SMK AL JIHAD:

KELAS X, untuk simulasi digital pelajari/ boleh googling  mengenai pembelajaran kelas maya, kelas virtual, edmodo, komunikasi digital, dan web browser.

untuk otomatisasi perkantoran, pelajari pengertian dan manfaat otomatisasi kantor, komponen sistem komputer, dan program pengolah kata.

KELAS XI, untuk pelajaran KKPI, baca buku paket BAB I keseluruhan Tentang software presentasi/ microsoft powerpoint, mulai dari membuka dan menutup program, manfaat, contoh software presentasi, menyisipkan gambar/diagram/video, dll.

KELAS XII, untuk pelajaran KKPI, baca buku paket BAB I tentang pengenalan jaringan komputer (keseluruhan bab I dipelajari).

SMK AL KHAIRIYAH BAHARI:

(menyusul)

Panduan Mengerjakan Ulangan Online

home
  1. Buka link: kff.hol.es/e-learning
  2. Kemudian masukan username dan password yang sudah diberikan, seperti gambar berikut:

home

 

 

 

 

 

  1. Pilih pilihan sekolah, jika di SMK AL-KHAIRIYAH BAHARI maka klik gambar SMK AL-KHAIRIYAH BAHARI.
  2. Setelah itu, muncul pilihan kelas. Pilihlah sesuai dengan kelas kalian.
  3. Selanjutnya, akan muncul halaman pembelajaran disetiap kelas, carilah ulangan onlinenya, sebagai contoh dikelas X/AK carilah “ULANGAN ONLINE MS EXCEL” atau bagi yang susulan “ULANGAN SUSULAN ONLINE MS EXCEL”, kemudian pilih.

kedua

  1. Selanjutnya, klik attempt quiz now lalu pilih start attempt.

ketiga

  1. Setelah itu, muncul 40 soal yang harus kalian kerjakan. Klik dan pilihlah jawaban yang kalian anggap benar. Jika sudah terjawab semua pilih “finish attempt” dibawah quiz navigation lalu pilih “Submitt all and finish”.

keempat

  1. Terakhir, akan muncul nilai dari ulangan yang kalian kerjakan, seperti gambar berikut:

nilai

Disebuah Ruang bernama “Kos-kosan”

Kemarin malam, sebagaimana malam-malam sebelumnya, karena lelah dan tak kuat melanjutkan perjalanan akhirnya kuputuskan bermalam dirumah sahabat. Saya betah dan kerasan disana, karena sahabat saya ini sangat tahu betul bagaimana menjamu tamunya.

Dia orang yang ramah, supel, care dan banyak memberi input terkait banyak hal, dan sangat menambah wawasan. Dari bicara soal jodoh, disambungkan dengan kondisi Mesjid di Jakarta yang eksklusif (dibuka saat-saat tertentu), dan terakhir saya diajarkan bagaimana trik sulap yang sering dipakai oleh pesulap-pesulap professional, ya walaupun cuma sedikit, selebihnya saya lebih banyak dijadikan “objek eksperimen” dia..

Yang menarik dan patut diikuti adalah kepandaian dia membawa diri, dia mampu bergaul (berjejaring) dengan banyak kalangan, banyak komunitas dan banyak orang, ini adalah modal utama yang pastinya dapat menghantarkan dia menjadi seorang penulis dan motivator professional, jika dia mampu memenej dengan sebaik-baiknya.

Aktifitasnya sangat supersibuk tetapi “sibuk social” dan ini bagus, ketimbang sibuk ngurusin diri sendiri (yang sedikit manfaatnya), dan terakhir, mudah-mudahan sahabat yang satu ini cepat-cepat keluar dari penderitaan yang amat sangat, karena sungguh menyandang predikat “jomblo” tidaklah mudah.

Setidaknya, begitulah sedikit gambaran setelah melewati malam-malam dengan seorang sahabat itu, dirumahnya, diruangan yang bernama “kos-kosan”. []

Musim UTS, saatnya menanam JUJUR

Sering sekali ketika mengajar di kelas, saat siswa diminta untuk tidak mencontek. Hal yang sering mereka kemukakan adalah… “memang bapak ga pernah nyontek??”

Sebuah pertanyaan yang menjadi bahan refleksi bagi saya. Mungkin bagi yang lain, pertanyaan ini akan mengusik naluri mereka dan membalikan kondisi mencontek yang tadinya tabu (tidak boleh) menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Namun sekali lagi, mencontek tetaplah sebuah perilaku yang tidak akan pernah menjadi benar.

Bukan berarti bahwa ketika bapak/ibu guru melarang mencontek, mereka tidak pernah mencontek (bukan itu substansinya). Tetapi pengalaman merekalah yang penting, hingga menemukan kesimpulan bahwa mencontek tidaklah baik. Untunglah, saya pun demikian.. sudah bertobat sejak dulu dari hal-hal mencontek saat ulangan maupun ujian J

Oke, back to the topic: Kenapa mesti bertobat?

Pertama. Mencontek sama dengan membohongi diri sendiri. Dengan mencontek kamu tidak akan pernah tahu seberapa kemampuan kamu dalam menyerap ilmu yang diajarkan oleh guru disekolah.

Kedua. Jika mencontek menjadi kebiasaan kamu, maka kedepan kamu adalah orang yang “pantang gagal”. Ya, pantang gagal, karena segala hal dilakukan tanpa memandang baik atau tidaknya, yang pada akhirnya akan menabrak nilai-nilai moral yang ada dalam kehidupan.

Ketiga. Agama apapun melarang setiap tindakan yang tidak jujur, atau berbohong. Mencontek seperti yang saya utarakan diatas jelas tindakan yang tidak jujur, maka ketika kamu rajin sholatnya, tetapi masih demen nyontek, dipertanyakan sholatnya. Sudah betul belum sholatnya? Karena sesungguhnya sholat yang betul itu mampu untuk menahan perilaku yang keji dan mungkar, bagi saya menyontek adalah perilaku yang mungkar.

Dan Keempat. Bukan nilai tinggi yang membuat kamu sukses, tetapi perilaku jujur itulah yang membawa kamu menjadi orang-orang yang beruntung (sukses). Banyak orang sukses bukan karena nilai yang tinggi, tetapi karena pengalaman mereka.. melalui proses pendidikan yang sebenarnya. Kadang mereka gagal, kadang berhasil. Kegagalan yang mereka dapatkan menjadi pemacu mereka untuk lebih giat dan rajin belajar, mereka sangat menikmati proses.. Lah, kalo nyontek apa proses pendidikan yang didapat? Jadi, pesakitan iya.

Jadi kesimpulannya, walaupun peluang mencontek kamu sangat tinggi (mendekati 100%), tinggalkan. Ketika banyak setan yang ada didepan, belakang, samping kanan dan samping kiri mengajak kamu untuk mencontek… katakanlah: aku berlindung dari godaan syetan yang ada disekelilingku. Dan kembalilah fokus mengerjakan ulangan kalian. Semoga kalian sukses dan menjadi pribadi yang tangguh. []

Metodologi Penelitian Pendidikan

Metodologi Penelitian

Penelitian adalah proses ilmiah yang dilakukan melalui kegiatan pengumpulan data dalam rangka menyelesaikan masalah dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dalam rangka menyelesaikan masalah dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Ciri ilmiah :

  • Rasional (masuk akal)
  • Empirik (data/fakta lapangan)
  • Sistematik (tersistem)

Syarat data untuk penelitian :

  • Valid (derajat ketepatan),
  • Reliabel (derajat konsistensi/keajegan), dan
  • Objektif (interpersonal agreement)

Data yang valid maka reliabel dan objektif, tetapi tidak sebaliknya.

Data valid diperoleh dengan cara :

  • Menggunakan instrumen penelitian yang valid.
  • Mengunakan sumber data yang tepat dan cukup jumlahnya.
  • Menggunakan metode pengumpulan data yang tepat/benar.

Data reliabel diperoleh dengan cara :

  • Menggunakan instrumen penelitian yang reliabel.

Data objektif diperoleh dengan cara :

  • Menggunakan sampel atau sumber data yang besar (jumlahnya mendekati populasi).

Data dan Fakta

Fakta –> Fenomena –> Konsep –> Variabel –> Data (diukur & dianalisis)

Jenis data menurut sifatnya :

  1. Data kualitatif verbal, symbol, gambar
  2. Data kuantitatif:
  • Data diskrit / nominal atau polinominal
  • Data kontinum:
  • data nominal: (dikotomi) atau polinominal (politomi) dapat dibedakan
  • data ordinal: (dapat dibedakan dan diurutkan).
  • data interval: dpt dibedakan, dpt diurutkan dan punya jarak (bisa +/-)
  • data rasio: dpt dibedakan, dpt diurutkan, punya jarak, punya nol mutlak (bisa x/:)

Masalah atau Topik

Masalah adalah sesuatu yang harus dicari penyelesaiannya atau dipecahkan dengan jalan pengumpulan data.

Indikator masalah:

  1. Ada kesenjangan:
  • antara harapan dengan kenyataan
  • antara pengalaman dengan kenyataan
  • antara rencana dan kenyataan
  1. Ada pengaduan.
  2. Ada persaingan
  3. Ada ketidakpuasan terhadap yang ada.

Syarat masalah penelitian:

  1. Sesuai dengan bidang ilmu atau minat.
  2. Dapat dianalisis dengan metode ilmu (data dpt diakses dan mampu)
  3. Bermanfaat (teoritik maupun praktis)

Tujuan Penelitian, secara umum :

  1. Penemuan
  2. Pembuktian
  3. Pengembangan

Kegunaan Penelitian, secara umum :

  1. Memahami masalah
  2. Memecahkan masalah
  3. Mengantisipasi masalah

JENIS / RAGAM PENELITIAN

Menurut Fungsi / Kedudukan

1.Penelitian Akademik (Mahasiswa S1, S2, S3), ciri/penekanan :

  • Merupakan sarana edukasi
  • Mengutamakan validitas internal (cara yang harus benar)
  • Variabel penelitian terbatas
  • Kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang (S1, S2, S3)

2.Penelitian Profesional (pengembangan ilmu, teknologi dan seni), ciri/ penekanan :

  • Bertujuan mendapatkan pengetahuan baru yang berkenaan dan ilmu, teknologi dan seni.
  • Variabel penelitian lengkap
  • Kecanggihan analisis disesuaikan kepentingan masyarakat ilmiah
  • Validitas internal (cara yang benar) dan validitas eksternal (kegunaan dan generalisasi) diutamakan

3.Penelitian Institusional (perumusan kebijakan atau pengambilan keputusan), ciri/penekanan :

  • Bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan kelembagaan
  • Mengutamakan validitas eksternal (kegunaan)
  • Variabel penelitian lengkap (kelengkapan informasi)
  • Kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.

Menurut Kegunaan

  1. Penelitian Murni (Pure Research) / Penelitian Dasar

Penelitian yang kegunaannya diarahkan dalam rangka penemuan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

  1. Penelitian Terapan (Applied Research)

Penelitian yang kegunaannya diarahkan dalam rangka memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis.

Menurut Tujuan

  1. Penelitian Eksploratif

Bertujuan untuk mengungkap secara luas dan mendalam tentang sebab-sebab dan hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.

  1. Penelitian Pengembangan

Bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan suatu prototipe baru atau yang sudah ada dalam rangka penyempurnaan dan pengembangan sehingga diperoleh hasil yang lebih produktif, efektif dan efisien.

  1. Penelitian Verifikatif

Bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian yang dilakukan terdahulu/ sebelumnya.

  1. Penelitian Kebijakan

Penelitian yang dilakukan suatu institusi/lembaga dengan tujuan untuk membuat langkah-langkah antisipatif guna mengatasi permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari.

Menurut Pendekatan waktu

  1. Penelitian Longitudinal (Bujur)

Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses dan waktu yang lama terhadap sekelompok subjek penelitian tertentu (tetap) dan diamati/diukur terus menerus mengikuti masa perkembangannya (menembak beberapa kali terhadap kasus yang sama).

  1. Penelitian Cross-Sectional (Silang)

Penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan melalui proses kompromi (silang) terhadap beberapa kelompok subjek penelitian dan diamati/diukur satu kali untuk tiap kelompok subjek penelitian tersebut sebagai wakil perkembangan dari tiap tahapan perkembangan subjek (menembak satu kali terhadap satu kasus).

Menurut Tempat

  1. Penelitian Laboratorium

Eksperimen, tindakan, dll

  1. Penelitian Perpustakaan

Studi dokumentasi (analisis isi buku, penelitian historis, dll).

  1. Penelitian Kancah / Lapangan

Survei, dll.

Menurut Kehadiran Variabel

Variabel = hal-hal yang menjadi objek penelitian yang nilainya belum spesifik (bervariasi).

  1. Penelitian Deskriptif

Penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya sudah ada tanpa proses manipulasi (data masa lalu dan sekarang).

  1. Penelitian Eksperimen

Penelitian yang dilakukan terhadap variabel yang data-datanya belum ada sehingga perlu dilakukan proses manipulasi melalui pemberian treatment/ perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian yang kemudian diamati/diukur dampaknya (data yang akan datang).

Menurut Tingkat Eksplanasi

  1. Penelitian Deskriptif

Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan suatu variabel secara mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan variabel dengan variabel lainnya.

  1. Penelitian Komparatif

Penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda.

  1. Penelitian Asosiatif

Penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih.

Penelitian asosiatif merupakan penelitian dengan tingkatan tertinggi dibanding penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan penelitian asosiatif dapat dibangun suatu teori yang berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala/fenomena.

 

Menurut Cara Umum (metode)

  1. Penelitian Operasional

Penelitian yang dilakukan oleh seseorang pada suatu bidang tertentu terhadap proses kegiatannya yang sedang berlangsung tanpa mengubah sistem pelaksanaannya.

  1. Penelitian Tindakan

Penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja pada suatu bidang tertentu terhadap proses kegiatannya yang sedang berlangsung dengan cara memberikan tindakan/action tertentu dan diamati terus menerus dilihat plus-minusnya, kemudian diadakan pengubahan terkontrol sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat.

  1. Penelitian Eksperimen

Penelitian yang dilakukan secara sengaja oleh peneliti dengan cara memberikan treatment/perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian guna membangkitkan sesuatu kejadian/keadaan yang akan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana akibatnya.

Penelitian ini merupakan penelitian kausal (sebab akibat) yang pembuktiannya diperoleh melalui komparasi/perbandingan antara :

    1. Kelompok eksperimen (diberi perlakuan) dengan kelompok kontrol (tanpa perlakukan); atau ;
    2. Kondisi subjek sebelum perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan.

 

Menurut Teknik/Metode Khusus (Jenis-jenis Penelitian):

  1. Metode Survei:

–    Deskriptif

  • Korelasional
  • Expose Facto
  1. Metode Eksperimen:
    • Pra Eksperimen
    • Quasi Eksperimen
    • True Eksperimen
  2. Metode Evaluasi
  3. Metode Tindakan (Action Research)
  4. Metode Etnografi
  5. Metode Rancang Bangun (Grounded/Pengembangan)
  6. Metode Content Analysis
  7. Metode Delfi
  8. Metode Sejarah/Historis
  9. Metode Kajian Pustaka
  10. Metode Kajian Sastra

 

PERBEDAAN KUANTITATIF & KUALITATIF

KUANTITATIF:

  • Inferensial (Pop & Sampel)
  • Eksplanatif (menjelaskan)
  • Mengukur (data numerik)
  • Inst Baku (Berbasis Instrumen)
  • Analisis setelah Pengumpulan data
  • Tema: Umum
  • Asumsi dasar: percaya
  • Modal dasar: banyak asumsi dan dpt digunakan utk masal
  • Proses: Logiko-hipotetiko-verifikatif
  • Prosedur penelitian: Baku
  • Berorientasi penelitaian hasil/produk

 

KUALITATIF:

  • Kasus (Subjek Penelitian)
  • Eksploratif (mencari/menemukan)
  • Mengungkap (data kualitas)
  • Peneliti sbg Inst (Berbasis Pengumpulan Data)
  • Analisis bersamaan Pengumpulan Data
  • Tema: Khas/Spesifik
  • D: skeptis/ragu/tdk percaya
  • Modal dasar: rasa ingin tahu dan ketekunan peneliti
  • Proses: Deskripsi-Klasifikasi-Seleksi
  • Prosedur penelitian: Tentatif
  • Berorientasi penelitian Proses

Contoh-contoh Judul Penelitian:

  1. Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Rasa Percaya Diri terhadap Penguasaan Konsep Matematika Siswa.
  2. Pengaruh Jenis Kelamin dan Kecerdasan Numerik terhadap Kamampuan Berpikir Kreatif Siswa.
  3. Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif (Jigsaw dan TGT) dan Kemandirian Belajar terhadap Hasil Belajar Fisika siswa.
  4. Upaya meningkatkan kemampuan pemecahan matematika dan konsep diri pada matematika melalui pembelajaran kontekstual.
  5. Menggali Lambang dan Operasi Matematika pada Masyarakat Sumedang Larang.
  6. Pengaruh Orientasi Pembelajaran (guru dan siswa) dan Kemandirian Belajar terhadap Hasil Belajar Fisika siswa

Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH)

earth-day

Problem bangsa-bangsa di dunia yang sangat besar dan perlu segera ditangani adalah masalah “jumlah penduduk” yang membludak. Semakin banyak jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan akan sandang, pangan, papan, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, penyediaan lapangan pekerjaan, keamanan dan lain-lain.

Diseluruh dunia tekanan akibat semakin banyaknya penghuni planet bumi semakin dirasakan. Contoh sederhana: umumnya nasi satu piring hanya cukup untuk 1 orang, tetapi karena jumlah penduduk yang terlampau banyak maka nasi 1 piring akan diperebutkan 5-10 orang, lantas apa yang terjadi??

Alam sebagai penopang kehidupan manusia sangat terbatas jumlahnya, dan semakin banyak manusia yang memanfaatkan (eksploitasi) alam maka semakin banyak pula dampak yang disebabkan akibat eksploitasi tersebut. Seperti banjir, kekeringan, pencemaran air, tanah maupun udara, kenaikan atau penurunan suhu panas dibeberapa daerah, dan keracunan oleh pestisida dan lain-lain.

Masalah ini baru merupakan puncak kecil suatu gunung es yang mengambang, suatu bagian kecil dari malapetakan katasrofal (malapetaka besar yang sifatnya tiba-tiba) yang belum kelihatan, yaitu kehancuran potensial dari system keseimbangan alam yang harus ada untuk mempertahankan system kehidupan diatas planet bumi ini.

Ancaman ini perlu kita sadari dan hadapi, kemudian dicarikan solusinya karena manusia tidak mungkin tidak bertambah terus. Tahun 1987 jumlah manusia sudah mencapai 5 milliar, dan Tahun 2000 diperkirakan mendekati 7 milliar. Jika pertumbuhan penduduk tetap seperti itu maka ditahun 2025 jumlah manusia diplanet bumi sudah akan mencapai lebih dari 12 milliar orang.

Untuk dapat memberi makan kepada 12 milliar orang bumi ini harus diolah lebih intensif dan ekstensif lagi, jika begitu keadaannya maka hutan sebagai pelindung dan pengatur keseimbangan alam sudah barang tentu akan ditebang secara luas untuk memenuhi kehidupan manusia. Keadaan sekarang sudah mendekati titik krisis. Hal ini terjadi karena dua kekuatan besar yang saling mendukung dan memperkuat. Diantaranya adalah:

  1. Pertumbuhan jumlah penduduk yang tidak terbatas diatas suatu planet dengan daya dukung terbatas.
  2. Teknologi tidak terbatas yang dibarengi dengan sikap manusia untuk mendominasi dan menghabiskan alam lingkungannya.

Krisis yang mengancam system kehidupan manusia ini perlu kita hadapi dan pecahkan bersama. Pertumbuhan penduduk harus kita atur, dibarengi dengan sikap kita untuk bertanggung jawab dalam memanfaatkan alam (tidak untuk mendominasi dan menghabiskan alam). Bagaimana caranya? Itulah tugas kita. []

Kisi-kisi dan Soal Ujian Praktik Sekolah

Untuk Siswa-siswi kelas XII AP SMK Al-Jihad Jakarta, dapat mengunduh soal dan kisi-kisi Ujian Praktik Sekolah mata diklat KKPI.
Siswa-siswi harus sudah mempunyai acount E-mail sebelum pelaksanaan Ujian di mulai sebagai media untuk mengirim hasil Ujian.

Silahkan pelajari dan download Soal dan Kisi-kisi Ujian Praktik Sekolah KKPI di bawah ini:

pdf Kisi-kisi dan soal US praktik KKPI kelas XII SMK