Disebuah Ruang bernama “Kos-kosan”

Kemarin malam, sebagaimana malam-malam sebelumnya, karena lelah dan tak kuat melanjutkan perjalanan akhirnya kuputuskan bermalam dirumah sahabat. Saya betah dan kerasan disana, karena sahabat saya ini sangat tahu betul bagaimana menjamu tamunya.

Dia orang yang ramah, supel, care dan banyak memberi input terkait banyak hal, dan sangat menambah wawasan. Dari bicara soal jodoh, disambungkan dengan kondisi Mesjid di Jakarta yang eksklusif (dibuka saat-saat tertentu), dan terakhir saya diajarkan bagaimana trik sulap yang sering dipakai oleh pesulap-pesulap professional, ya walaupun cuma sedikit, selebihnya saya lebih banyak dijadikan “objek eksperimen” dia..

Yang menarik dan patut diikuti adalah kepandaian dia membawa diri, dia mampu bergaul (berjejaring) dengan banyak kalangan, banyak komunitas dan banyak orang, ini adalah modal utama yang pastinya dapat menghantarkan dia menjadi seorang penulis dan motivator professional, jika dia mampu memenej dengan sebaik-baiknya.

Aktifitasnya sangat supersibuk tetapi “sibuk social” dan ini bagus, ketimbang sibuk ngurusin diri sendiri (yang sedikit manfaatnya), dan terakhir, mudah-mudahan sahabat yang satu ini cepat-cepat keluar dari penderitaan yang amat sangat, karena sungguh menyandang predikat “jomblo” tidaklah mudah.

Setidaknya, begitulah sedikit gambaran setelah melewati malam-malam dengan seorang sahabat itu, dirumahnya, diruangan yang bernama “kos-kosan”. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s