Musim UTS, saatnya menanam JUJUR

Sering sekali ketika mengajar di kelas, saat siswa diminta untuk tidak mencontek. Hal yang sering mereka kemukakan adalah… “memang bapak ga pernah nyontek??”

Sebuah pertanyaan yang menjadi bahan refleksi bagi saya. Mungkin bagi yang lain, pertanyaan ini akan mengusik naluri mereka dan membalikan kondisi mencontek yang tadinya tabu (tidak boleh) menjadi sesuatu yang dianggap wajar. Namun sekali lagi, mencontek tetaplah sebuah perilaku yang tidak akan pernah menjadi benar.

Bukan berarti bahwa ketika bapak/ibu guru melarang mencontek, mereka tidak pernah mencontek (bukan itu substansinya). Tetapi pengalaman merekalah yang penting, hingga menemukan kesimpulan bahwa mencontek tidaklah baik. Untunglah, saya pun demikian.. sudah bertobat sejak dulu dari hal-hal mencontek saat ulangan maupun ujian J

Oke, back to the topic: Kenapa mesti bertobat?

Pertama. Mencontek sama dengan membohongi diri sendiri. Dengan mencontek kamu tidak akan pernah tahu seberapa kemampuan kamu dalam menyerap ilmu yang diajarkan oleh guru disekolah.

Kedua. Jika mencontek menjadi kebiasaan kamu, maka kedepan kamu adalah orang yang “pantang gagal”. Ya, pantang gagal, karena segala hal dilakukan tanpa memandang baik atau tidaknya, yang pada akhirnya akan menabrak nilai-nilai moral yang ada dalam kehidupan.

Ketiga. Agama apapun melarang setiap tindakan yang tidak jujur, atau berbohong. Mencontek seperti yang saya utarakan diatas jelas tindakan yang tidak jujur, maka ketika kamu rajin sholatnya, tetapi masih demen nyontek, dipertanyakan sholatnya. Sudah betul belum sholatnya? Karena sesungguhnya sholat yang betul itu mampu untuk menahan perilaku yang keji dan mungkar, bagi saya menyontek adalah perilaku yang mungkar.

Dan Keempat. Bukan nilai tinggi yang membuat kamu sukses, tetapi perilaku jujur itulah yang membawa kamu menjadi orang-orang yang beruntung (sukses). Banyak orang sukses bukan karena nilai yang tinggi, tetapi karena pengalaman mereka.. melalui proses pendidikan yang sebenarnya. Kadang mereka gagal, kadang berhasil. Kegagalan yang mereka dapatkan menjadi pemacu mereka untuk lebih giat dan rajin belajar, mereka sangat menikmati proses.. Lah, kalo nyontek apa proses pendidikan yang didapat? Jadi, pesakitan iya.

Jadi kesimpulannya, walaupun peluang mencontek kamu sangat tinggi (mendekati 100%), tinggalkan. Ketika banyak setan yang ada didepan, belakang, samping kanan dan samping kiri mengajak kamu untuk mencontek… katakanlah: aku berlindung dari godaan syetan yang ada disekelilingku. Dan kembalilah fokus mengerjakan ulangan kalian. Semoga kalian sukses dan menjadi pribadi yang tangguh. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s