Pertumbuhan dan Perkembangan pada REMAJA

Kukuh Fany Fatkhuloh Pertumbuhan dan Perkembangan

Didalam kehidupan anak ada dua proses yang beroprasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interpendensi artinya saling bergantung satu sama lain.

Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Hasil pertumbuhan antara lain berwujud bertambahnya ukuran-kuran kuantitatif badan anak, seperti panjang, berat dan kekuatannya. Dengan demikian pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses perubahan dan proses pematangan fisik.

Bagian pribadi yang material serta kuantitatif mengalami pertumbuhan, sedangkan bagian  pribadi fungsional yang kualitatif mengalami perkembangan. Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif, melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekankan padas segi material, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini, perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif dari fungsi-fungsi.2

Menurut Nagel(1957), perkembangan merupakan pengertian dimanan terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu, oleh karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalm organisasi maupun dalam bertuk, akan mengakibtkan perubahan fungsi.

Menurut Schneirla (1957), perkembangan adalh perubahan-perubahn progresif dalam organisasi organism dan organisasi ini dilihat sebagai system fungsional dan adaptif sepanjang hidupnya. Perubahan-perubahan progresif ini meliputi dua fktor yakni kematangan dan pengalaman.

Spiker (1966) mengemukakan  dua macam pengertian yang harus dihubungkan  dengan perkembangan, yakni sebagai berikut :

1) Ortogenetic, yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa.

2) Filogenetik, Yakni perkembangan dari asal-usul manusia sampai sekarang ini. Perkembangan perubahan fungsi sepanjang masa hidupnya menyebabkan perubahan tingkah laku dan perubahan ini juga terjadi sejak permulaan adaanya manusia. Jadi perkembangan ortogenetik mengarah ke suatu tujuan khusus sejalan dengan perkembangan evolusi yang mengarah kepada kesempurnaan manusia.

Bijou dan Baer (1961) mengemukakan perkembangan psikologis adalah perubahn progresif yang menunjukan cara organism bertingkah laku  dan berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi yang dimaksud disini adalah apakah suatu jawaban tingkah laku akan diperlihatkan atau tidak, tergantung dari perangsang-perangsang yang ada di lingkunganya. Rumusan lain tentang arti perkembangan dikemukakan oleh Libert, Paulus, dan Strauss (singgih, 1990:31), yaitu bahwa: “ Perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungan.” Istilah perkembangan lebih dapat mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala psikologis yang menampak. Perkembangan dapat juga dilukiskan sebagai suatu proses yang kekeal dan tetap yang menuju kearah organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi, berdasarkan proses pertumbuhan, kematangan, dan belajar (Monks, 1984: 2).

Perubahan-perubahan meliputi beberapa aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan tersebut dapat dibagi menjadi 4 (empat) kategori utama, yaitu perubahan dalam ukuran, perubahan dalam perbandingan, perubahan untuk mengganti hal-hal yang lama, dan perubahan untuk memperoleh hal-hal baru.3

Tugas-tugas perkembangan

Perkembangan merupakan proses yang menggambarkan perilaku kehidupan sosial psikologi manusia pada posisi yang harmonis didalam lingkungan masyarakat yang lebih luas dan kompleks. Oleh Havighust perkembangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang harus dipelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanan hidupnya atau dengan perkataan lain perjalanan hidup manusia ditandai dengan berbagai tugas perkembangan yang harus dipenuhi.

Havighurst (Garruson, 1956: 14-15) mengemiukakan 10 jenis tugas perkembangan remaja yaitu:

1) Mencapai hubungan dengan teman lawan jenisnya secara lebih memuaskan dan matang;

2) Mencapai perasaan seks dewasa dewaa yang diterima secara social;

3) Menerima keadaan badannya  dan menggunakannya secara efektif;

4) Mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa;

5) Mencapai kebebasan ekonomi;

6) Memilih dan menyiapkan suatu ekerjaan;

7) Menyiapkan perkawinan dan kehidupan berkeluarga;

8) Mengembangkan keterampilan dan konsep intelektual perlu bagi warga Negara yang kompeten;

9)  Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara social; dan

10) Mencapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah laku.

Memasuki jenjang dewasa telah “terbayang” berbagai hal yang harus dihadapi. Bukan saja menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan fisik,social, ekonomi, tetapi juga menghadapi tugas yang berkaitan dengan factor psikologis, seperti pencapaian kebahagiaan dan kepuasan, persaingan, kekecewaan, dan perang batin yang bisa terjadi karena perbedan norma masyarakat dalam system kehidupan social dan kata hati setiap individu.4

Hukum-hukum Pertumbuhan dan Perkembangan

 1. Hukum Cephalocoudal.

2. Hukum Proximodistal.

3. Perkembangan terjadi dari umum ke khusus.

4. Perkembnangan berlangsung dalam tahapan-tahapan perkembangan.

5. Hukum tempo dan Ritme Perkembangan.5

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka

Sunarto. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s