Bencana Alam: Siapkah kita dengan kedatangannya??

Sedih, takut dan was-was… mungkin itu yang akan banyak mempengaruhi pikiran kita ketika mendengar bencana, terutama bencana-bencana alam. Apalagi setelah kemarin kita mendengar terjadinya gempa bumi berkekuatan 8,9 skala richter (SR) menghujam daratan jepang yang disusul dengan hantaman gelombang tsunami  setinggi 10 meter yang menyapu ratusan rumah dan kendaraan. Data sementara menyebutkan korban tewas mencapai 600 orang sedangkan mereka yang hilang mencapai 700 orang. Masyaallah begitu mudahnya allah menghancurkan daratan jepang beserta isinya.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al-Baqa-rah, 2: 155-157)

Ayat diatas adalah gambaran nyata bahwasannya hidup didunia ini tidaklah kekal, akan datang ujian kepada kita baik berupa bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia itu sendiri dengan kapasitasnya masing-masing. Yang menjadi pertannyaan, siapkah kita dengan ujian yang Allah berikan ini??

Di zaman kita, hanya sebuah kota atau suatu daerah yang menjadi korban gempa bumi hebat. Namun, dengan kehendak Allah, sebuah gempa bumi yang merusak seluruh bumi ini bisa terjadi kapan saja. Goncangan dahsyat seperti ini mampu mengakhiri kehidupan di muka bumi. Struktur bumi sangat rentan terhadap gempa; gerakan atau retakan yang tiba-tiba terjadi di kerak bumi ataupun lapisan di atasnya akan mengakibatkan malapetaka yang tak terhindarkan lagi.

Dalam Al Quran, Allah memperingatkan manusia pada bencana yang mungkin terjadi:

Maka apakah orang-orang yang berbuat makar yang jahat itu merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari? (QS. An-Nahl: 45)

Gempa bumi yang menggoncangkan bumi hanya dalam beberapa detik ini dapat terjadi berulang kali selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Ini tentu saja mudah bagi Allah. Bagaimanapun, dengan rahmat-Nya, Allah melindungi manusia dan dengan bencana ini mengingatkan ia selamanya bahwa ia tak memiliki kekuasaan apa pun dalam hidupnya.

Allah Menguji Hambanya Sesuai Kadar Kemampuannya

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. At-Taghaabun, 64: 11)

Setiap manusia akan diuji oleh Allah dengan batas kemampuan yang dimiliki, namun terkadang manusia merasa bahwa ujian yang Allah berikan terlalu berat dan tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Padahal Allah memberikan ujian dan pasti itu sesuai dengan batas kemampuan manusianya. Tinggal bagaimana kita menghadapi dan menyikapinya karena setiap musibah akan ada hikmah yang terkandung didalamnya. Kuncinya adalah sabar dan tawakal..

Bencana Alam Pasti Datang, Siapkah??

Banjir, Tanah longsor, gempa bumi, tsunami dan bencana alam lainnya merupakan teguran dari Allah SWT kepada manusia, entah karena ia lalai dengan perintahnya maupun karena ia berpaling dari ke-esaannya. Allah pasti akan menimpakan bencana pada suatu kaum yang ingkar dan  menyekutukannya. Sangat mudah bagi Allah menghancurkan jutaan Manusia dimuka bumi ini bahkan seluruh manusia dimuka bumi ini pun sangat mudah bagi Allah. Apa yang mesti kita perbuat??

Allah tidak lah menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadanya.  Yaitu menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, mudahlah bagi kita menjalankan, tetapi sangat susah kita untuk menjauhi. Kita selalu menjalankan perintahnya tetapi kadang kala kita menjalankan sesuatu yang dilarang oleh-Nya. Kehidupan dunia ini hanya sementara, akhirat lah tempat kekal kita. Oleh karena itu persiapkan diri kita dengan kembali pada agama Allah, menjalankan kehidupan dunia ini lillahita’ala semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT dengan begitu insya allah kita akan siap dengan datangnya ujian dari allah. Wallahu ‘alam. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s